Beberapa tahun terakhir telah mengubah manufaktur India dengan cara yang tidak terbayangkan. Apa yang dimulai sebagai hobi khusus drone kini telah menjadi besar. Saat ini, startup di India tidak hanya sekedar menerbangkan drone, mereka juga membangun sistem kedirgantaraan dari awal.
Belum lama ini, drone dipandang dengan kecurigaan di India. Ketika pemerintah melarang penggunaan drone sipil pada tahun 2014, inovasi terhenti. Dari sudut pandang keamanan, hal ini dapat dimengerti, namun ketidakjelasan ini membuat para pengusaha kesulitan untuk membuktikan kemampuan mereka. Para pionir awal tersebut harus berjuang keras untuk menunjukkan bahwa drone dapat memberikan nilai tambah, dan bertahan bahkan ketika masa depan tampak tidak menentu.
Titik balik sebenarnya terjadi dengan Peraturan Drone tahun 2021. Ini bukan hanya urusan dokumen, tapi perubahan paradigma. Tiba-tiba, inovasi diterima dan bukannya dihambat. Aturan membuka pintu bagi eksperimen, pengujian, dan penskalaan. Hal ini segera diikuti oleh skema Production Linked Incentive (PLI), yang memberikan penekanan pada startup. Kebijakan ini tidak hanya mengimpor suku cadang untuk merakit drone, tetapi juga mendorong manufaktur dalam negeri. Bagi banyak perusahaan drone, dampaknya langsung terasa. Pesanan berlipat ganda hampir dalam semalam. Percakapan “Bisakah kita melakukannya?” Berubah dari “Ayo kita lakukan.” Hal ini sangat selaras dengan visi India yang mandiri.
Dengan dukungan itu, startup benar-benar berkembang pesat. Teknologi drone memecahkan masalah nyata saat ini. Ini bukan lagi tentang terbang untuk bersenang-senang, ini tentang mengubah cara kita hidup dan bekerja.
Pertanian adalah salah satu penerima manfaat terbesar. Drone membantu petani memantau kesehatan tanaman, mendeteksi hama sejak dini, dan menyemprotkan pupuk atau pestisida secara akurat. Hasilnya: penghematan bahan kimia dan air, serta berkurangnya paparan manusia terhadap semprotan beracun. Inisiatif seperti Kisan Drone Yatra juga melatih operator drone baru dan menciptakan peluang kerja di pedesaan.
Di bidang logistik, drone menulis ulang aturan pengiriman. Dengan boomingnya e-commerce, permintaan terhadap solusi last-mile yang cepat juga meningkat. Startup kini telah disetujui untuk uji coba Beyond Visual Line of Sight (BVLOS), dan banyak yang membuat drone angkat berat yang mampu membawa beban hingga 10 kg. Layanan kesehatan telah menjadi sebuah contoh yang sangat berguna—drone mengirimkan obat-obatan dan vaksin ke daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau, sehingga benar-benar menyelamatkan nyawa.
Infrastruktur dan konstruksi juga mengalami kemajuan pesat. Pemetaan, survei dan pemantauan proyek yang dulunya memakan waktu berhari-hari dan memiliki margin kesalahan yang tinggi kini dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Data udara beresolusi tinggi menjadikan proyek lebih aman, efisien, dan lebih selaras dengan tujuan infrastruktur nasional.
Hal yang paling menarik adalah para start-up meningkatkan ruang mereka. Pada awalnya, sebagian besar fokus pada penawaran layanan berbasis drone. Saat ini, mereka sedang membangun banyak teknologi yang mendukung layanan ini. Peralihan dari aplikasi ke inovasi inilah yang menjadi lompatan sesungguhnya. Bayangkan drone yang dapat berpikir sendiri: kawanan cerdas bertenaga AI, yang mampu beroperasi secara mandiri. Perusahaan menggabungkan sensor canggih—LiDAR, multispektral, hiperspektral—untuk menyediakan data yang sangat detail. Di bidang perangkat lunak, platform manajemen armada dan alat analisis mengubah data mentah menjadi intelijen bisnis yang dapat ditindaklanjuti.
Pertahanan dan keamanan juga mendapat manfaat. Startup berkolaborasi dengan lembaga pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan, pengintaian, dan bahkan anti-drone.
Semua kemajuan ini memerlukan manufaktur kelas dunia. Drone modern memerlukan baling-baling, avionik, badan pesawat, dan motor khusus untuk menciptakan ekosistem kedirgantaraan yang benar-benar mandiri di India.
Tentu saja perjalanan tersebut bukannya tanpa tantangan. Menskalakan sambil mempertahankan standar kualitas global adalah hal yang sulit. Sektor ini memerlukan insentif yang lebih besar dan investasi yang lebih besar. Kurangnya insinyur, analis data, dan teknisi yang terampil masih menjadi kendala nyata. Namun kecepatannya tidak bisa diterima. Pada tahun 2030, industri drone dan kedirgantaraan India diproyeksikan mencapai $13 miliar dan berkontribusi sekitar 1,5% terhadap PDB India.
Kehebohan di kalangan investor, pembuat kebijakan, dan pengusaha memang nyata. Perjalanan ini menggambarkan kisah India yang lebih besar—kombinasi antara dukungan pemerintah dengan keinginan, ketahanan, dan inovasi swasta. Bagi produsen drone dan perusahaan rintisan dirgantara, menjadi bagian dari jalur penerbangan ini bukan sekadar bisnis—tetapi juga sangat memuaskan.
(Shreya Rastogi, Pendiri & CEO SR Aerospace Solutions.)
Diedit oleh Megha Reddy
(Penafian: Pandangan dan opini yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan YourStory.)