Browser AI dapat dibajak hanya dengan hashtag di URL, sehingga pengguna dapat mengaksesnya tanpa menyadarinya.

Browser AI dapat dibajak hanya dengan hashtag di URL, sehingga pengguna dapat mengaksesnya tanpa menyadarinya.


  • Fragmen URL tersembunyi memungkinkan penyerang memanipulasi asisten AI tanpa sepengetahuan pengguna
  • Beberapa asisten AI secara otomatis mengirimkan data sensitif ke titik akhir eksternal
  • Panduan menyesatkan dan tautan palsu mungkin muncul di situs web normal

Banyak browser AI menghadapi pengawasan setelah peneliti merinci bagaimana sebuah fragmen sederhana dalam URL dapat digunakan untuk mempengaruhi pembantu browser.

Penelitian baru dari Cato Networks menemukan bahwa teknologi “hashjack” memungkinkan instruksi berbahaya untuk diam-diam berada di belakang hashtag dalam tautan yang sah, menciptakan jalur untuk perintah rahasia yang tetap tidak terlihat oleh alat pemantauan tradisional.



Tautan Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *