Rusia menyerang Ukraina dengan drone dan rudal di tengah pembicaraan damai

Rusia menyerang Ukraina dengan drone dan rudal di tengah pembicaraan damai

Rudal dan drone Rusia menghancurkan stasiun kereta api di wilayah Kiev, Ukraina, pada Sabtu pagi, di tengah perundingan perdamaian yang sedang berlangsung. Foto oleh Polisi Nasional Ukraina/EPA

6 Desember (UPI) — Rusia meluncurkan 653 drone dan 51 rudal ke sasaran di Ukraina pada Sabtu malam, menghancurkan stasiun kereta api dan merusak sarana perkeretaapian.

Sebagian besar drone dan rudal berhasil dicegat oleh pertahanan udara Ukraina, namun beberapa berhasil menghantam persimpangan kereta api di Fastiv, sekitar 75 mil tenggara Kyiv, lapor BBC.

Para pejabat Rusia mengatakan serangan itu menargetkan infrastruktur energi dan pelabuhan serta lokasi industri militer.

Serangan tersebut melukai sedikitnya delapan orang di wilayah Kyiv, dan Ukrenergo, pemasok energi nasional Ukraina, melaporkan bahwa serangan tersebut terutama menargetkan pembangkit listrik dan jenis infrastruktur energi lainnya, menurut The Guardian.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia akan bertemu dengan para pemimpin Inggris, Jerman dan Ukraina di London pada hari Senin untuk membahas tekanan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang yang dimulai ketika Rusia menginvasi Ukraina hampir empat tahun lalu.

“Kita harus terus memberikan tekanan pada Rusia untuk memaksakan perdamaian,” kata Macron melalui media sosial.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Kanselir Jerman Friedrich Merz akan bertemu di London untuk menilai negosiasi perdamaian yang dimediasi oleh pejabat Amerika.

Tautan Sumber