Pendiri Eternal Deepinder Goyal: Ekonomi Gig di India Butuh Lebih Sedikit Regulasi, Bukan Lebih BanyakPendahuluan

Pendiri Eternal Deepinder Goyal: Ekonomi Gig di India Butuh Lebih Sedikit Regulasi, Bukan Lebih BanyakPendahuluan

Ekonomi gig telah menjadi salah satu penggerak utama perubahan dunia kerja di India. Dengan jutaan pekerja yang bergantung pada platform digital untuk mencari nafkah, perdebatan mengenai regulasi, kesejahteraan, dan masa depan pekerja gig semakin menguat. Di tengah gelombang protes serikat pekerja dan diskusi kebijakan publik, Pendiri Eternal, Deepinder Goyal, menyuarakan pandangan yang cukup kontroversial: ekonomi gig justru membutuhkan lebih sedikit regulasi, bukan sebaliknya.

Pandangan ini memicu diskusi luas, terutama karena Eternal merupakan induk dari dua raksasa layanan digital, yaitu Zomato (layanan pesan-antar makanan) dan Blinkit (quick commerce). Artikel ini membahas secara mendalam pandangan Deepinder Goyal, dinamika protes pekerja gig, isu pengantaran 10 menit, serta implikasi jangka panjang ekonomi gig bagi tenaga kerja India.

Ekonomi Gig sebagai Mesin Penciptaan Lapangan Kerja

Menurut Deepinder Goyal, ekonomi gig adalah salah satu mesin penciptaan lapangan kerja terorganisasi terbesar di India saat ini. Ia menekankan bahwa jutaan orang kini dapat memperoleh penghasilan melalui platform digital tanpa harus menunggu kesempatan kerja formal yang sering kali terbatas.

Dalam pandangannya, fleksibilitas adalah keunggulan utama ekonomi gig. Banyak pekerja memilih sistem ini karena memungkinkan mereka:

Bekerja sesuai waktu yang mereka tentukan sendiri

Menghasilkan pendapatan tambahan tanpa meninggalkan tanggung jawab keluarga

Mengembangkan keterampilan sebelum masuk ke sektor kerja formal

Goyal juga menyebut bahwa pendapatan dari pekerjaan gig membantu keluarga menjaga stabilitas ekonomi, termasuk membiayai pendidikan anak-anak, yang menurutnya akan membawa dampak sosial besar dalam satu generasi ke depan.

Mengapa Goyal Menolak Regulasi Berlebihan?

Isu regulasi menjadi inti dari pernyataan Goyal. Ia berargumen bahwa terlalu banyak aturan justru dapat menghambat pertumbuhan ekonomi gig. Menurutnya, regulasi ketat berpotensi:

Mengurangi fleksibilitas kerja

Membatasi peluang masuknya pekerja baru

Menurunkan efisiensi operasional platform

Goyal percaya bahwa ekonomi gig adalah pintu masuk bagi jutaan orang ke dalam dunia kerja terorganisasi. Dengan regulasi yang lebih longgar namun tetap bertanggung jawab, lebih banyak individu dapat memperoleh penghasilan, meningkatkan keterampilan, dan secara bertahap berpindah ke pekerjaan formal dengan jaminan lebih lengkap.

Ia menegaskan bahwa platform digital telah menyediakan elemen penting seperti:

Pembayaran yang adil dan tepat waktu

Sistem asuransi dasar

Transparansi pendapatan

Protes Pekerja Gig dan Tuntutan Serikat

Di sisi lain, serikat pekerja gig di India menyuarakan kekhawatiran yang tidak kalah penting. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai aksi protes dilakukan oleh pekerja layanan antar makanan dan quick commerce.

Salah satu organisasi yang vokal adalah Gig & Platform Services Workers’ Union, yang menyampaikan tuntutan kepada Kementerian Ketenagakerjaan India. Beberapa tuntutan utama mereka meliputi:

Peningkatan pendapatan minimum

Perlindungan keselamatan kerja

Perbaikan kondisi kerja

Penghapusan target pengantaran yang dianggap berbahaya

Puncak ketegangan terjadi saat aksi mogok kerja pada malam Tahun Baru, meskipun dampaknya terhadap operasional perusahaan dinilai relatif kecil.

Kontroversi Pengantaran 10 Menit

Salah satu isu paling kontroversial dalam ekonomi gig adalah layanan pengantaran 10 menit, khususnya pada platform quick commerce seperti Blinkit. Banyak pihak menganggap model ini mendorong pengemudi untuk berkendara secara berbahaya demi mengejar waktu.

Menanggapi hal ini, Deepinder Goyal memberikan klarifikasi tegas. Ia menyatakan bahwa:

Janji pengantaran cepat bukan berarti pengemudi harus memacu kendaraan

Kecepatan pengantaran didukung oleh kepadatan toko (dark store) yang dekat dengan rumah pelanggan

Pengemudi tidak memiliki indikator waktu target di aplikasi mereka

Secara operasional, proses pengantaran dijelaskan sebagai berikut:

Pesanan dipilih dan dikemas dalam waktu sekitar 2–3 menit

Jarak tempuh rata-rata pengantaran kurang dari 2 kilometer

Waktu perjalanan sekitar 8 menit dengan kecepatan rata-rata 15 km/jam

Dengan demikian, menurut Goyal, model ini dirancang untuk efisiensi logistik, bukan tekanan terhadap pengemudi.

Peran Pemerintah dan Kode Ketenagakerjaan Baru

Pemerintah India sendiri telah mengambil langkah besar dengan memberlakukan empat kode ketenagakerjaan baru, yang mencakup jaminan sosial universal, termasuk bagi pekerja gig. Reformasi ini bertujuan untuk:

Memberikan perlindungan sosial jangka panjang

Mengakui status pekerja gig secara hukum

Menyesuaikan hukum ketenagakerjaan dengan ekonomi digital

Berdasarkan proyeksi, jumlah pekerja gig di India diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi gig bukan tren sementara, melainkan bagian permanen dari struktur ekonomi modern.

Masa Depan Ekonomi Gig di India

Dengan jutaan pekerja yang bergantung pada platform digital, masa depan ekonomi gig di India akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara fleksibilitas dan perlindungan. Pandangan Deepinder Goyal menekankan pentingnya pertumbuhan dan inklusi, sementara serikat pekerja mengingatkan perlunya keselamatan dan kesejahteraan.

Ke depan, tantangan utama meliputi:

Menciptakan kerangka regulasi yang adaptif

Menjamin keselamatan tanpa menghilangkan fleksibilitas

Memastikan pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan

Jika dikelola dengan baik, ekonomi gig berpotensi menjadi jembatan antara sektor informal dan tenaga kerja formal, sekaligus memperkuat fondasi sosial dan ekonomi India.