Parlindungan Purba Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Hadapan Ratusan Mahasiswa USM Indonesia

Ketua Komite II DPD RI yang juga Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH.,MM menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di aula Ing. Wasington Purba Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Medan Sumatera Utara (26/7/2017). 


Di hadapan ratusan mahasiswa Parlindungan Purba mengajak para mahasiswa untuk mendalami pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan.

“Mahasiswa harus paham dan mengerti nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan,”tuturnya.

Lebih lanjut Parlindungan mengatakan bahwa nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan tersebut tidak hanya untuk dipahami dan mengerti tetapi juga harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari ketika berinteraksi di lingkungan tempat tinggal, kampus, serta masyarakat luas. Dengan kata lain nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan ini harus juga menyentuh ranah kognitif, afektif dan psikomotorik mahasiswa.

“Nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan ini  tidak hanya untuk dipahami dan mengerti ya,  tetapi juga untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari ketika berinteraksi di lingkungan tempat tinggal, kampus, serta masyarakat luas,”jelasnya.

Tambah Parlin, mahasiswa yang notabene calon pemimpin masa depan adalah generasi penerus bangsa. Menurutnya akan bahaya jika para calon pemimpin masa depan ini tidak mengerti nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan. Tidak menutup kemungkinan para mahasiswa ini ketika menjadi pemimpin akan meragukan ideologi Pancasila dan ingin merubahnya dengan ideologi lain selain Pancasila. Kalau pun tidak, sikapnya akan menjadi intoleran jika tidak memegang teguh nilai-nilai ini, hal ini mengingat Indonesia adalah negara yang multi etnis, agama dan budaya.

“Tidak menutup kemungkinan mahasiswa yang tidak paham dan mengerti nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan akan meragukan ideologi Pancasila dan bersikap intoleran,”pungkasnya.

Parlindungan Purba juga menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan di kalangan generasi muda, khususnya para mahasiswa, karena mahasiswa adalah anak muda yang memiliki semangat idealisme yang tinggi. Namun jika pemahaman salah yang masuk dalam pikiran para anak muda ini akan berbahaya karena mereka akan berjuang mati-matian demi sebuah keyakinan yang dipegangnya.

“Saya prioritaskan sosialisasi ini kepada mahasiswa karena mahasiswa ini adalah anak muda yang memiliki semangat idealisme yang tinggi. Namun jika pemahaman salah yang masuk dalam pikiran para anak-anak muda ini akan menjadi sangat berbahaya,”tegasnya.